Kulihat pemandangan hijau di luar jendela pagi itu. Banyak yang harus diselesaikan. Tapi entah kenapa, aku merasakan damai dan senang. Ada seseorang di belakangku. Aku tau dia melihatku dan memperhatikan setiap gerak gerikku. Dia menungguku.
Pekerjaan dengan sayuran di balik jendela itu harus diselesaikan. Dan dia, tetap di sana. Menungguku menyelesaikan pekerjaan dengan sayuran sayuran itu. Aku suka melihat senyumnya ketika mengajakku mensyukuri semua yang telah kami dapatkan serta berdoa untuk setiap kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah kami.
Melihat matanya adalah satu hal yang sulit kulakukan. Setiap kali menyelesaikan doa – doa kami, mata itu selalu melihatku. Dan aku hanya bisa menunduk serta merasakan bahwa aku tidak bisa kehilangannya.
Ada sentuhan lembut untukku, dan dalam setiap sentuhan, aku merasakan kerinduan yang mendalam. Keinginan untuk terus bersama serta rasa takut kehilangan. Seakan waktu akan memisahkan kami lagi.
Waktu yang singkat di hari itu begitu berharga bagi kami. Ketika aku dan dia bisa melakukan banyak hal bersama. Merasakan hasil karya kami, berbagi dan bercerita. Aku merasa bahwa dia adalah hadiah terindah untukku. Ketika aku bisa merasakan detak jantungnya, saat itu aku bersyukur bahwa dia ada. Untukku. Milikku.